kurasa akhirnya
temanku ini menjadi benar-benar gila
dan aku memang sudah lama menjauhinya
apa yang akan orang-orang pikirkan tentangku nanti
jika aku tetap berteman dekat dengannya
‘hanya orang gila yang mau berteman baik dengan orang gila’
ungkapan itu semakin sering terdengar di sini
meski aku tahu, awalnya ia lebih waras dari siapapun
suatu kali,
aku hendak berkunjung ke tempat sejawatku
dan sejawatku berpesan,
#
hati-hati dengan gerombolan burung gereja
di dahan pohon ketapang depan rumahku
mereka suka melempar kotorannya
ke arah wajah yang lewat dengan sengaja
kupikir aku perlu peduli untuk mengingatkan soal itu
karena lebih dari sekedar kotoran
mereka sedang mencoba melempar identitas ‘orang yang jorok’ ke wajahmu
#
rupanya Alegori baru saja menemukan jalannya sendiri
untuk menemui peristiwa pasangannya di depan mataku,
tentang teman gilaku yang awalnya waras
perlahan-lahan menjadi gila
hanya karena ia pernah dituduh gila
tuduhan menjadi cap, kemudian stigma,
kemudian kebenaran
aku terpaksa menjauhinya
karena ’hanya orang gila yang mau berteman baik dengan orang gila’
di balkon rumah sejawat yang kukunjungi
aku mengawasi gerak-gerik burung gereja
mereka sedang menunggu waktu yang tepat
untuk membuang kotoran di wajah pelintas
P.O.E.M: Poem Of Extruded Mind Seri #00000006
Kegilaan Kolektif - Identitas yang Terbentuk Akibat Stigma Kotor Masyarakat
Puisi lain dengan nuansa serupa:


Komentar
Posting Komentar