Langsung ke konten utama

Postingan

Food Court Langganan - Konsumsi Rutin Makanan Cepat Saji Beserta Penyesalan Eksistensialnya

makanan cepat saji  dijual di depan antrian abadi aku ke sini hanya karena harga lihatlah, barisan di belakang punggungku juga ekspresi wajah hasil cetakan dari niat yang sama tapi harga kesabaran yang perlu dibayar cukup mahal banner LED di food court mengajak orang-orang tersenyum dengan emoticonnya  sayangnya, ekspresi itu hanya mengingatkanku  pada film traumatis gelap berisi kebrutalan kutonton minggu lalu dari rekomendasi di forum diskusi bertopik kedamaian bau parfum di kemeja orang-orang saling berperang memperebutkan dominasinya di udara tertutup ini  tetap saja pemenangnya adalah bau bahan panggang dan bau gosong griddle  membawa kekuatan pemicu mual  di atas kekacauan campuran bau parfum itu selesainya pesanan cepat sajiku menyeretku keluar dari antrian abadi di atas meja kayu palsu yang fana adalah rasa kenyangku sesekali aku melirik ke arah samping, para pemakan lahap makanan semacam ini sesekali aku melirik menyempitkan fokus, pada layar smart...
Postingan terbaru

Sekembalinya Aku - Perspektif Ketertinggalan Budaya dalam Percepatan Perubahan

  hanya kutinggal sebentar hanya sebentar aku terkapar di bangsal rumah sakit dunia telah bergeser sekembalinya aku pada kesembuhan kulihat dunia bergeser terlalu jauh  dari tempat terakhir kesadaranku berdiri aku kembali ke hunian dengan meremas nota pembayaran puluhan juta dari rumah sakit (sesal sial yang sesak) membiarkan kesadaranku melambung pada ketinggian melihat diriku sendiri sebagai sel kecil yang mengalir  pada denyutan nadi jalan kota ini setiap garis pemisah petak-petak gedung setiap jalan pembelah area wilayah dan setiap pembatas perbatasan kota ini aku melihat kedua sisi bergeser ke arah berlawanan mirip glitch di software murahan hemat budget demi margin keuntungan produktivitasku semua hal semua hal, telah bergerak ke masa depan ke arah degradasi meninggalkanku yang memakai hoodie masa lalu penulis favoritku telah hilang dari peredaran rak-rak buku di toko online membawa tsunami judul baru dan gaya bergeser terlalu jauh dari tempat terakhir kesadaranku b...

Sober di Jalan Macet - Lalu Lintas Suara Masyarakat yang Mabuk

keluar dari rumah rehabilitasi keluar dari ruang sunyi membekap aku cukup sober dan akan mampir lebih dulu ke kabupaten sebelah  tempat pamanku tinggal  jalanan meliuk memeluk tanah miring lubang-lubang aspal berkubang lumpur sebagian orang di bus ini mabuk darat kucium bau obat yang mereka tenggak demi menstabilkan mual perut aku cukup sober dan mampu memblokir pergeseran bayanganku terhadap obat lain keberisikan lalu lintas akhirnya mampu menggeser kesunyian yang membekapku di rumah rehabilitasi  macet dan berisik seorang sopir truk marah-marah di depan kamera dalam vlog protesnya tentang jalan biadab yang menjebak ban depan truk beratnya aku kutip sedikit dan puitisasi beberapa kalimatnya, mumpung aku sedang sober: “marwah jalan terberai oleh lubang-lubang berkubang lumpur uang pembangunan yang sempat melaju ke sini berbelok arah di perempatan persidangan dewan beralih tujuan menjadi uang pembelian mobil mewah penjaga marwah bupati dan gubernur” kemacetan menjadi kemen...

Kekuatan Super Selalu Sehat - Kekebalan Tubuh dan Mental vs Mahalnya Kesehatan

punya kekuatan super itu kewajiban  bagiku  (tapi terserah jika orang-orang sejenisku mengelak) jika kemiskinan jadi titik berangkat hidup  kamu pernah bertanya  bagaimana aku bisa selalu sehat seolah kebal pada penyakit-penyakit kronis ada seratus satu penyakit yang mencicipi tubuhku semasa kecil perbedaan hidup dan mati begitu tipis dan aku bisa berakhir kapan saja saat itu tapi ternyata kekebalan menjadi hasil akhirnya anugerah, tapi juga lampu kuning jika aku terlalu yakin tetap memelihara alergi pada pintu masuk rumah sakit melihat teman-temanku banyak terlantar di antrian dalam keadaan darurat akibat administrasi dan birokrasi yang perlu diselesaikan  membuatku berharap untuk bisa memastikan bahwa kekuatan super selalu sehat ini lebih dari sekedar ilusi kamu menakutiku dengan pengalamanmu terkuras belasan juta oleh sakit sepele mengapa? satu-satunya tujuan yang kuperbolehkan dari tabunganku ini adalah tabungan yang lebih besar alih-alih rumah sakit yang ak...

Jenuh dengan Algoritma, Kembali Menjadi Web Surfer

Geralt/Pixabay Algoritma. Personalisasi. Rekomendasi. Doom scrolling. Kulihat banyak yang mengeluhkan soal itu. Sudah sejak lama bahkan. Aku juga sangat sangat merasakannya, seperti dikurung di jenis konten yang itu-itu saja. Hanya karena kategorinya mirip dengan konten yang sebelumnya kulihat.  Platform aplikasi yang memutuskan konten apa yang akan kita nikmati selanjutnya, dari sistem rekomendasi mereka. Akibatnya sulit bagi kita yang ingin mencari konten-konten variatif dari berbagai macam topik. Bahkan platform micro blog seperti Medium dan Tumblr yang katanya lebih ramah, juga tetap memakai sistem rekomendasi berdasarkan interaksi.  Kalau dipikir-pikir, algoritma rekomendasi sebenarnya membantu kita menemukan hal yang sesuai minat. Ya, awalnya. Tapi kamu juga pasti lama-lama kepikiran kan, kita jadi kurang eksploratif karena apa-apa sudah disediakan dan direkomendasikan. Hal terparah yang ada di algoritma rekomendasi adalah: bahkan fitur pencarian pun sudah diberi algori...

Jalan Kembali - Sifat Menular dari Egoisme

  sebentar lagi aku temukan caraku kembali  dari mimpi naif altruistik yang mangarahkanku ke neraka ini aku telah kehilangan semuanya, termasuk kepercayaan pada rasa peduli  segala permukaan menampakkan bayangan pikiranku, terukir rapi dan mulia hasil konstruksi ide-ide ideal dan utopis dan bayangan itu telah membuktikan dirinya sebagai tiket emas menuju kerugian dan kerusakan diri perpustakaan dan toko buku di kota ini banyak menawarkan  katalog buku cara menjadi jiwa teratur  seharusnya sejak awal aku menyadarinya bahwa secara default, jiwa adalah kekacauan alami sedangkan para pemikir selalu mencoba mencari penawarnya telah kucatat daftar orang-orang yang menutup pintu rumah mereka ketika aku mengetuk pintu pertolongan ringan sebagian besar, daftar ini bahkan lupa siapa aku di kehidupan mereka hari itu, kota sedang menyejajarkan diriku dengan  gelandangan  aku akan mengecualikan pengemis yang mendapat kekayaan setara seratus penghasilan rumah tangga...

Personalisasi - Filter Bubble Membenci Keunikan Personal

personalisasi  personalisasi minatmu  personalisasi kedangkalan dan kedalaman minatmu pilah pilih personalisasi kami beri kamu label-label kategori kami beri kamu limpahan informasi mengalir dari pipa-pipa sempit dan terisolasi satu sama lain centang apa yang kami beri  atau isi label baru kategori kenapa mesti ragu semua hal bisa kita labeli dengan kategori kami berjanji akan membanjirimu  di dalam sebuah kotak berbenteng  dan selamilah kolam kecil yang dalam  atau dangkal minatmu sudah kami personalisasi  segala kreasi di luar kategori yang pernah terpikirkan  nanti biar kami permalukan dengan pengkerdilan di hadapan algoritma ini P.O.E.M: Poem Of Extruded Mind Seri #00000014 Personalisasi - Filter Bubble Membenci Keunikan Personal