Langsung ke konten utama

Food Court Langganan - Konsumsi Rutin Makanan Cepat Saji Beserta Penyesalan Eksistensialnya

front cover puisi Food Court Langganan - Squilla Socawengi

makanan cepat saji 
dijual di depan antrian abadi
aku ke sini hanya karena harga
lihatlah, barisan di belakang punggungku juga
ekspresi wajah hasil cetakan dari niat yang sama
tapi harga kesabaran yang perlu dibayar cukup mahal

banner LED di food court mengajak orang-orang tersenyum
dengan emoticonnya 
sayangnya, ekspresi itu hanya mengingatkanku 
pada film traumatis gelap berisi kebrutalan
kutonton minggu lalu dari rekomendasi di forum diskusi
bertopik kedamaian

bau parfum di kemeja orang-orang saling berperang
memperebutkan dominasinya di udara tertutup ini 
tetap saja pemenangnya adalah bau bahan panggang dan bau gosong griddle 
membawa kekuatan pemicu mual 
di atas kekacauan campuran bau parfum itu

selesainya pesanan cepat sajiku
menyeretku keluar dari antrian abadi
di atas meja kayu palsu
yang fana adalah rasa kenyangku

sesekali aku melirik ke arah samping, para pemakan lahap makanan semacam ini
sesekali aku melirik menyempitkan fokus, pada layar smartphone mereka
video tentang pemakan hasil buruan hutan, di malam perkemahan 

sesekali aku memejamkan mata saat mencuil hidanganku 
dan memasukkannya dengan berat ke arah mulut

sesekali aku melirik ke arah emoticon tersenyum yang menyala terang
atau ke arah diriku sendiri
atau ke arah spesiesku sendiri

selamat, homo sapiens
kamu telah berhasil menempuh masa depan ini
menciptakan kemudahan untuk makan
dan kemudahan untuk menghancur
kan diri sendiri
dengan sangat efisien 


P.O.E.M: Poem Of Extruded Mind Seri #00000019

Food Court Langganan - Konsumsi Rutin Makanan Cepat Saji Beserta Penyesalan Eksistensialnya

back cover puisi Food Court Langganan - Squilla Socawengi
Credit to Vincent Rivaud/Pexels with modification


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berpindah ke Internet - Dampak Psikologis dan Alienasi Era Digital

dingin. dunia menjadi dingin. kehangatan berpindah ke tempat lain di internet. aku mengelap jendela luar ruanganku di hari libur memantulkan piringan matahari kemudian lap dengan cepat mengering kering. rupanya dunia menjadi dingin kecuali cuaca dan para aktivis lingkungan yang berisik di internet. melihat aspal melar karena memuai dan uap air mengangkasa mengkristal dengan masif kupastikan malam ini akan hujan memberi keganasan lebih pada rerumputan liar dan liat di halaman esok hari tapi siapa peduli aku dan lainnya terbiasa menutup rumah rapat-rapat menjelang tidur menyetel bunyi hujan dan api unggun virtual sebagai lulabi di internet. aku terbiasa melihat lalu lintas bergumam betapa sibuknya dunia dengan lalu-lalangnya sementara diriku yang lain menyahut “lebih baik mereka benar-benar memiliki tujuan” jauh sebelum menjadi sekarang ini. sementara kini, aspal memuai dan sepeda motor para kurir menahan semua panasnya sela...

Layar Spekulasi - Jebakan Market Trading Fluktuatif

kemenangan demi kemenangan di layar spekulasi keberuntungan perdagangan uang untuk uang lain demi apapun akan kujauhi giliranku terpeleset di jalan merah lilin-lilin yang membakar penyangga arah panah satu arah tertuju lantai dasar kerak kehancuran ↑↓ kekalahan demi kekalahan di layar sialan ini angka-angka manipulatif uangku untuk pemain lain demi penebusan akan kudekati giliranku terseret di jalan hijau lilin-lilin yang mencakar garis atas arah laju satu arah tertuju kelipatan keuntungan di ketinggian P.O.E.M: Poem Of Extruded Mind Seri #00000002: Layar Spekulasi - Jebakan Market Trading Fluktuatif   Puisi lain dengan nuansa serupa: Forecasting Aku Perlu Melatihnya

Pojok Eskapis - Cara Menjadi ESKAPIS SEJATI di Dunia yang Bobrok

minggu ini VR Lounge lebih bersinar dan mengundangku  dari sudut kota orang-orang bermodal besar tahu  bagaimana membuat kita bahagia menemukan tempat pelarian sebagai eskapis sejati  biru, ungu, oranye, lampu-lampu settingan atmosfer cyberpunk poster karakter eskapis dari game populer yang digemari eskapis.  mari kita lari dari masa kini  menuju simulasi masa depan untuk lari dari masa depan yang kita kunjungi itu dengan mendaur ulang kebijaksanaan masa lalu yang hampir punah  respawn aku sudah lupa rupa kota asalku  tempat VR Lounge ini berdiri memang itu mau mereka dan mauku juga roleplay _ ada malaikat jatuh di duniamu yang kacau, dan ia sedang mencari manusia mulia yang layak jadi pengikutnya, serta menghukum para pendosa. larilah darinya, standar moralnya berbeda dengan harapanmu. _ dunia berjalan normal dari misi ke misi  hingga aku ditunjukkan berbagai konspirasi yang membuatku tertipu dan kecewa rekan-rekan npc berwajah setia ini sulit di...