keluar dari rumah rehabilitasi
keluar dari ruang sunyi membekap
aku cukup sober
dan akan mampir lebih dulu
ke kabupaten sebelah
tempat pamanku tinggal
jalanan meliuk memeluk tanah miring
lubang-lubang aspal berkubang lumpur
sebagian orang di bus ini mabuk darat
kucium bau obat yang mereka tenggak demi menstabilkan mual perut
aku cukup sober
dan mampu memblokir pergeseran bayanganku terhadap obat lain
keberisikan lalu lintas
akhirnya mampu menggeser kesunyian yang membekapku di rumah rehabilitasi
macet dan berisik
seorang sopir truk marah-marah di depan kamera
dalam vlog protesnya
tentang jalan biadab yang menjebak ban depan truk beratnya
aku kutip sedikit dan puitisasi beberapa kalimatnya,
mumpung aku sedang sober:
“marwah jalan terberai
oleh lubang-lubang berkubang lumpur
uang pembangunan yang sempat melaju ke sini
berbelok arah di perempatan persidangan dewan
beralih tujuan menjadi uang pembelian mobil mewah
penjaga marwah bupati dan gubernur”
kemacetan menjadi kemenangan bagi pengamen berbau keringat
berisik…
penjual obat anti mabuk darat mendesak tubuh pengamen di baris depan bangku bus
berisik…
notifikasi pesan dari paman menggetarkan ponselku
berisik paman, aku hampir sampai
balok kayu
dongkrak
lelaki berbisep mengilap
di samping truk yang terjebak
dan seseorang diminta memegang kamera vlog
‘pemerintah brengsek!
marwah mobil mewah?
bagaimana dengan marwah jalan?’
aku terlalu sober untuk ini
masyarakat paradoksal.
membongkar marwah hasil konstruksinya sendiri.
bibiku kapok jadi orang yang menjaga kesederhanaan
mendapati gonggongan liar yang mengatakan bahwa ia terlalu xxxxx (sensor mulut anjing)
notifikasi
pamanku kirim pesan lagi
berisik paman, di sini sedang macet
P.O.E.M: Poem Of Extruded Mind Seri #00000017
Sober di Jalan Macet - Lalu Lintas Suara Masyarakat yang Mabuk
![]() |
| Credit to Perkon/Pixabay with modification |


Komentar
Posting Komentar