pulanglah
hanya aku yang bisa menghadapimu di dunia ini
berapa kalipun kamu mencoba memastikan
pada setiap laki-laki yang terpancing olehmu
aku tempatmu yang sejati
kata sejati lebih kuat dari takdir
silakan saja marah
siapapun akan marah, bahkan saksi konflik,
jika seorang lelaki memaki pacarnya sebagai pelacur
“makian kasar keluar di luar kehendakku, mengertilah”
aku mengerti alasan di balik semua makianmu itu benar adanya
sekarang aku mengalaminya dan meminjam alasan rutinmu
aku mengaku
suka mengeluh ketika secara alamiah
kamu memposisikanku seolah dokter terapi pribadi
dan kehati-hatianku dalam menanggapi histeriamu
membuatku lebih lelah dari bekerja
aku seharusnya menahan keluhan itu di depanmu
jadi pulanglah
kita sudah sepakat tinggal di kota asing ini bersama
berdua menyewa hunian yang cukup kokoh menampung kekacauan kita
silahkan saja penasaran
dan menguji seberapa besar penerimaan dunia terhadapmu
aku hanya menyayangkan saja melihatmu terpukul lagi dan lagi
atas berpalingnya muka lelaki yang sempat bersamamu
setelah melihat kegelapan yang menghidupimu
lama sekali
ini waktu terlama aku menunggumu pulang
pulanglah, aku lebih kuat dari takdir untukmu
P.O.E.M: Poem Of Extruded Mind Seri #00000013
Minggat ke Mana Lagi? - Kekuatan Penerimaan Terhadap Toxic Relationship
Puisi lain dengan nuansa serupa:


Komentar
Posting Komentar