dua tahun
akan dua tahun aku mengidap suasana penjara
“siapa suruh kembali ke kota ini
kamu tahu,
keluarga korban telah menitipkan
tugas penangkapanmu padaku”
polisi itu jadi kasihan padaku
menggerutu dan menggesek pelipis dengan telunjuk
miring. kepalanya miring.
wajah tegarku jadi terlihat kasihan
hanya karena ia bilang kasihan
miring. pikiranku miring.
nasib miringku membawaku ke penjara
padahal telah kudoktrin diriku sendiri sejak kecil
suasana penjara akan menjadi penyakit
yang meninggalkan bekas setelah kesembuhan
“aku kehilangan alasan sekarang
untuk membiarkanmu bebas berkeliaran
satu-satunya alasan valid aku diam
adalah kepergianmu di pulau perantauan”
polisi itu makin kasihan padaku
dua tahun
akan dua tahun aku mengidap suasana penjara
kasus ditutup: pencemaran nama baik terhadap mantan pacar
setelah aku tahu berapa banyak lelaki yang pacarku tiduri,
memutuskan hubungan hanya cukup mengenyahkan wajahnya dariku
skandal karir mesti kusebarkan
“aku terpaksa menangkapmu, dik
apa mau dikata
pesan titipan sudah kuterima”
miring. nasibku miring.
“harusnya tetap di perantauan”
aku homesick dan pecah mental
dan obat-obatan malah membuat fungsi tubuhku miring.
apa mau dikata
aku juga punya ‘apa mau dikata’ versiku sendiri
polisi itu menghembuskan napas
“dua tahun
akan dua tahun kamu di penjara
maaf ya, dik”
P.O.E.M: Poem Of Extruded Mind Seri #00000010
Karena Homesick - Kerentanan Mental, Hubungan dan Hukum
Puisi lain dengan nuansa serupa:


Komentar
Posting Komentar