wajar saja jika sampai sekarang idola utamaku tetaplah sosok persona
bocah
cilik bertopi, syal dan ransel merah
Si Bolang, Si Bocah Petualang, si praktisi kebebasan
meski umurku
punya label implisit dewasa, berwajah serius
dan mengatur hidup dalam kekakuan
karena kebebasan di duniaku sekarang menjadi mimpi jualan iklan rokok,
internet, gadget dan fashion
sementara prioritas utama justru keamanan
tawaran iklan asuransi, yang kehilangan rasa malu dengan mengabaikan riwayat
hitam gagal klaim
“Si Bolang, Si Bocah Petualang…”
malam-malam aku merokok di luar stasiun kereta
apa yang bebas dari merokok selain kepulan asap menyengatnya
“Kuat kakinya seperti kaki kijang…”
betapa lamanya kutunggu kereta tumpanganku datang hingga jempol kakiku lecet
dijerat ruang sempit sepatu trendy ini
“Laut gunung hutan tempat bermainnya…”
sebuah email promosi mengarahkan browserku ke semak-semak media minor di internet
aku mengintip kabar burung tentang pergerakan para naga ekonomi
dan pengaruhnya pada portofolio sahamku nanti
“Terbanglah Bolang… Larilah Bolang…”
betapa melilit perutku memproses racun makanan
siang tadi aku salah pilih restoran
‘restoran perusahaan cangkang
tempat cuci uang pejabat,’ seorang reviewer memberitahu
kita lihat esok hari, apa respon perusahaan asuransi tempat aku beli polis perlindungan terhadap alasan klaimku ini
“Bersenang-senanglah Bolang…”
kereta tumpanganku akhirnya segera tiba
kumasuki stasiun begitu lagu kebebasan idolaku berakhir
memang wajar aku tetap mengidolakannya berapapun umurku
P.O.E.M: Poem Of Extruded Mind Seri #00000008
Lagu Kebebasan - Beban Gaya Hidup dan Manipulasi Narasi Produk


Komentar
Posting Komentar